Kemampuan Membaca Anak Indonesia: Analisis Mendalam dan Strategi Peningkatan

Ringkasan Eksekutif

Kemampuan membaca merupakan fondasi krusial bagi perkembangan anak dan kemajuan bangsa. Namun, kondisi kemampuan membaca anak-anak di Indonesia saat ini menimbulkan kekhawatiran. Berdasarkan berbagai asesmen nasional dan internasional, tingkat literasi dan kemampuan membaca anak Indonesia masih berada di bawah standar yang diharapkan. Data dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan penurunan skor membaca Indonesia dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.1 Faktor-faktor utama yang mempengaruhi kemampuan membaca anak Indonesia meliputi latar belakang sosial ekonomi, kualitas pengajaran, dan akses terhadap sumber daya pendidikan yang memadai. Berbagai program dan inisiatif telah diimplementasikan oleh pemerintah dan organisasi non-pemerintah untuk mengatasi masalah ini, namun tantangan yang ada masih signifikan. Perbandingan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara menunjukkan bahwa Indonesia perlu melakukan upaya lebih intensif untuk meningkatkan kemampuan membaca anak-anaknya. Metode pengajaran yang efektif dan pemahaman mendalam tentang dampak rendahnya kemampuan membaca terhadap pendidikan dan perkembangan anak menjadi kunci dalam merumuskan strategi yang tepat. Laporan ini bertujuan untuk menyajikan analisis mendalam mengenai kondisi kemampuan membaca anak Indonesia, mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh, membandingkannya dengan negara lain, menelaah berbagai inisiatif yang ada, membahas tantangan dan kemajuan, mengeksplorasi metode pengajaran yang efektif, serta mengkaji dampak rendahnya kemampuan membaca terhadap pendidikan dan perkembangan anak. Berdasarkan analisis ini, laporan akan menyajikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kemampuan membaca anak Indonesia.

Lanskap Literasi Membaca di Indonesia

Data Statistik Terkini Mengenai Tingkat Literasi dan Kemampuan Membaca

Data dan statistik terkini mengenai tingkat literasi dan kemampuan membaca anak-anak di Indonesia menunjukkan situasi yang memerlukan perhatian serius. Meskipun tingkat literasi dasar secara umum cukup tinggi, kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dari teks bacaan masih menjadi tantangan. Hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa skor kemampuan membaca siswa Indonesia adalah 359, mengalami penurunan dari 371 pada tahun 2018.1 Bahkan, skor ini merupakan salah satu yang terendah yang pernah diukur oleh PISA untuk Indonesia sejak tahun 2000.2 Penurunan ini mengindikasikan adanya kemunduran dalam kemampuan membaca siswa usia 15 tahun di Indonesia, membalikkan kemajuan yang sempat terlihat pada periode sebelumnya.4

Lebih lanjut, data PISA 2022 mengungkapkan bahwa sekitar 75% anak-anak Indonesia berusia 15 tahun memiliki kemampuan membaca di bawah standar PISA level dua.5 Level ini mengindikasikan kemampuan untuk memahami gagasan utama dalam teks sederhana. Proporsi siswa yang berada di bawah level ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di Indonesia kesulitan dalam memahami informasi esensial dari bacaan, meskipun mereka mungkin memiliki kemampuan untuk membaca kata-kata secara teknis.5 Survei Indeks Literasi Masyarakat (ILM) tahun 2022 juga menemukan bahwa tingkat pemahaman anak-anak Indonesia terhadap materi bacaan hanya sebesar 15%.6 Angka ini memperkuat temuan PISA dan menyoroti bahwa masalah utama bukan hanya pada kemampuan membaca huruf atau kata, tetapi pada kemampuan untuk benar-benar memahami makna dari apa yang dibaca.

Di sisi lain, data dari Asesmen Nasional tahun 2023 menunjukkan adanya peningkatan dalam tingkat literasi anak Indonesia, di mana 67% siswa telah mencapai kompetensi minimum, naik dari 53% pada tahun 2021.7 Capaian ini memberikan harapan akan adanya perbaikan dalam kemampuan literasi dasar. Secara lebih spesifik, pada jenjang sekolah dasar, 61.53% murid memiliki kompetensi literasi di atas minimum pada tahun 2023, meningkat dari 53.42% pada tahun 2021.8 Peningkatan ini mengindikasikan bahwa upaya-upaya di tingkat pendidikan dasar mungkin mulai menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kemampuan literasi awal.

Analisis Tingkat Pemahaman dan Kelancaran Membaca

Kemampuan membaca terdiri dari dua aspek utama: kelancaran (fluency) dan pemahaman (comprehension). Kelancaran merujuk pada kecepatan dan akurasi seseorang dalam membaca teks, sedangkan pemahaman adalah kemampuan untuk mengerti dan menginterpretasikan makna dari teks tersebut. Data yang menunjukkan bahwa 75% siswa berada di bawah PISA level dua 5 secara signifikan mengindikasikan adanya defisit yang besar dalam kemampuan pemahaman. Meskipun siswa mungkin mampu membaca kata-kata dengan lancar, mereka kesulitan untuk memahami gagasan utama atau informasi yang lebih kompleks dalam teks. Berbagai studi telah dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan pemahaman membaca di berbagai kelompok usia. Penelitian terhadap siswa SMP menunjukkan bahwa aspek kemampuan membaca siswa secara keseluruhan tergolong baik dalam hal nilai rata-rata, namun pemahaman setiap siswa terhadap teks bervariasi.10 Studi lain yang menggunakan data PISA 2018 menemukan bahwa kemampuan literasi membaca siswa Indonesia masih tergolong rendah.11 Kepala Perpustakaan Nasional juga menyatakan bahwa pemahaman anak Indonesia terhadap bahan bacaan masih sangat rendah, hanya sekitar 15%.6 Penelitian lain pada siswa SD menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap teks informasi relatif rendah, dengan rata-rata pemahaman bacaan hanya sekitar 33%.12 Sementara itu, studi yang mengukur kecepatan membaca dan pemahaman isi bacaan pada siswa SD menemukan bahwa meskipun kecepatan membaca siswa dapat dikategorikan sedang, tingkat pemahaman isi bacaan masih bervariasi.13

Tren Kemampuan Membaca Selama Beberapa Tahun Terakhir

Tren kemampuan membaca anak Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya dinamika yang kompleks. Skor PISA untuk kemampuan membaca mengalami penurunan sejak tahun 2015.4 Data menunjukkan penurunan dari 397 pada tahun 2015 menjadi 371 pada tahun 2018, dan kemudian menjadi 359 pada tahun 2022.2 Penurunan yang konsisten ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas strategi pendidikan yang diterapkan dalam beberapa tahun terakhir dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa pada tingkat yang diukur oleh PISA.

Sebaliknya, data dari Asesmen Nasional yang dilaporkan dalam Rapor Pendidikan menunjukkan tren peningkatan dalam tingkat literasi dari tahun 2021 hingga 2023.7 Perbedaan tren ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaan fokus dan metodologi antara PISA dan Asesmen Nasional. PISA mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam konteks kehidupan nyata, termasuk kemampuan membaca dan memahami teks yang kompleks. Asesmen Nasional mungkin lebih fokus pada pengukuran kompetensi dasar yang sesuai dengan kurikulum nasional dan dilakukan pada berbagai jenjang usia. Penurunan skor PISA di tengah peningkatan literasi dalam Asesmen Nasional bisa mengindikasikan bahwa meskipun kemampuan literasi dasar mengalami perbaikan, siswa masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan kemampuan membaca tingkat tinggi yang diukur oleh PISA, seperti pemahaman mendalam, analisis kritis, dan kemampuan untuk menarik kesimpulan dari teks yang kompleks.

Faktor yang Memengaruhi Kemampuan Membaca

Latar Beakang Sosial-Ekonomi

Latar belakang sosial ekonomi merupakan faktor signifikan yang mempengaruhi kemampuan membaca anak-anak di Indonesia.14 Anak-anak yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi yang lebih tinggi umumnya memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan berkualitas, sumber daya belajar yang memadai, dan lingkungan rumah yang mendukung perkembangan literasi.14 Keterbatasan akses terhadap buku-buku berkualitas, pengajaran yang efektif, dan lingkungan rumah yang kurang stimulatif dapat menjadi penghalang besar bagi perkembangan literasi anak-anak dari keluarga kurang mampu.14 Kesenjangan kualitas hasil belajar antar wilayah juga menjadi tantangan yang perlu diatasi, terutama di kawasan Indonesia timur.5 Data PISA 2022 menunjukkan bahwa siswa dengan latar belakang sosial ekonomi yang lebih baik (25% teratas) mengungguli siswa dari latar belakang kurang mampu (25% terbawah) dalam kemampuan membaca.4 Meskipun kesenjangan ini lebih kecil dibandingkan rata-rata di negara-negara OECD, keberadaannya tetap menunjukkan adanya ketidaksetaraan dalam kesempatan untuk mencapai tingkat literasi yang tinggi. Keterbatasan ketersediaan buku di daerah pedesaan dan ketimpangan kualitas pendidikan antara Jawa dan daerah lain juga memperkuat pengaruh latar belakang sosial ekonomi terhadap literasi anak.16

Kualitas Pengajaran dan Kurikulum

Kualitas pengajaran dan desain kurikulum memainkan peran krusial dalam membentuk kemampuan membaca siswa.15 Metode pengajaran yang tidak efektif, kurikulum yang kurang menekankan strategi pemahaman, dan kurangnya persiapan guru dapat menghambat perkembangan kemampuan membaca siswa secara signifikan.15 Penelitian menunjukkan bahwa siswa belum mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit dalam teks atau membuat interpretasi sederhana.17 Tantangan bagi guru juga meliputi kurangnya interaksi dengan siswa terkait literasi, fokus pada pembelajaran demi ujian semata, dan kurangnya kemampuan guru dalam bercerita yang menarik.18 Selain itu, tidak semua guru memberikan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan belajar siswa yang beragam.19 Keterampilan guru dalam mengajarkan membaca, termasuk kemampuan mereka untuk menumbuhkan minat baca dan mengembangkan pemahaman yang mendalam, sangat penting dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa.

Akses ke Sumber Daya Pendidikan

Akses terhadap sumber daya pendidikan, seperti buku, perpustakaan, dan materi bacaan lainnya, memiliki dampak besar pada kemampuan membaca anak-anak, terutama di daerah pedesaan.14 Keterbatasan buku dan materi bacaan yang menarik dapat menghambat perkembangan kebiasaan membaca dan peningkatan kemampuan literasi.14 Survei kondisi awal pada sekolah-sekolah penerima bantuan buku bacaan bermutu tahun 2024 menunjukkan bahwa tantangan utama sekolah dengan tingkat literasi rendah adalah keterbatasan sarana perpustakaan yang memadai.20 Banyak sekolah tidak memiliki perpustakaan atau memiliki perpustakaan dengan kondisi yang tidak memadai, termasuk koleksi buku nonteks pelajaran yang terbatas.20 Selain itu, banyak sekolah juga tidak memiliki petugas perpustakaan yang kompeten dan termotivasi untuk mengelola perpustakaan secara efektif.20 Meskipun pojok baca atau sudut baca sekolah sering ditemukan, sebagian besar belum dikelola dengan baik dan seringkali hanya berisi buku teks pelajaran atau karya siswa tanpa koleksi buku bacaan yang memadai.20

Peran Praktik Literasi Keluarga dan Lingkungan Rumah

Praktik literasi keluarga dan lingkungan rumah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kemampuan membaca anak.15 Anak-anak yang tumbuh di lingkungan rumah di mana membaca dihargai dan dipraktikkan cenderung memiliki kemampuan literasi yang lebih kuat.15 Keterlibatan orang tua dalam kegiatan membaca bersama anak, ketersediaan buku di rumah, dan kebiasaan membaca orang tua menjadi faktor penting dalam menumbuhkan minat baca dan kemampuan literasi anak.21 Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dukungan keluarga secara langsung dapat meningkatkan skor literasi membaca siswa.22 Dukungan ini dapat berupa partisipasi orang tua dalam proses pembelajaran anak, aksesibilitas sumber daya belajar di rumah, dan tanggung jawab atas kemajuan literasi anak.22

Pengaruh Infrastruktur dan Lingkungan Sekolah

Infrastruktur dan lingkungan sekolah juga berperan penting dalam mendukung perkembangan kemampuan membaca siswa. Data tahun 2024 menunjukkan bahwa 49% bangunan sekolah dasar (SD) masuk kategori rusak ringan/sedang dan 11% rusak berat.5 Kondisi fisik sekolah yang kurang baik dapat menciptakan lingkungan belajar yang tidak kondusif dan mempengaruhi kemampuan siswa untuk fokus dan belajar, termasuk membaca. Selain itu, penting untuk menciptakan “ekosistem sekolah yang literat” yang mencakup aspek fisik, sosial, dan akademik.23 Lingkungan fisik yang ramah literasi, di mana buku dan materi bacaan mudah diakses, lingkungan sosial yang mendukung interaksi dan komunikasi yang literat, serta lingkungan akademik yang mengintegrasikan literasi ke dalam semua mata pelajaran, sangat penting dalam menumbuhkan kemampuan membaca siswa.

Faktor Lain

Faktor-faktor lain juga dapat mempengaruhi kemampuan membaca anak, termasuk minat siswa terhadap membaca 14, motivasi 15, dan bahasa yang digunakan di rumah.25 Minat dan motivasi intrinsik sangat penting dalam mendorong siswa untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan membaca mereka.15 Selain itu, jika bahasa yang digunakan di rumah berbeda dengan bahasa pengantar di sekolah, hal ini dapat menimbulkan tantangan tambahan dalam proses pemerolehan literasi.25

Intervensi dan Inisiatif untuk Peningkatan Literasi

Program dan Inisiatif Pemerintah

Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan berbagai program dan inisiatif untuk meningkatkan kemampuan membaca anak-anak. Salah satu program utama adalah Gerakan Literasi Sekolah (GLS).23 GLS bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi di sekolah dan melibatkan seluruh warga sekolah dalam berbagai kegiatan membaca dan menulis.23 Program ini umumnya dilaksanakan melalui tiga tahap: pembiasaan (menumbuhkan minat baca), pengembangan (meningkatkan kemampuan literasi), dan pembelajaran (mengintegrasikan literasi dalam proses belajar mengajar).23 Kegiatan dalam GLS dapat berupa membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, membuat jurnal membaca, mengadakan diskusi buku, dan menciptakan pojok baca di kelas.26

Selain GLS, terdapat juga Program Organisasi Penggerak yang melibatkan berbagai organisasi masyarakat sipil dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, termasuk literasi. Salah satu contohnya adalah inisiatif dari Literasi Anak Indonesia Foundation yang fokus pada peningkatan minat dan keterampilan membaca siswa kelas awal melalui program membaca berimbang.30 Pemerintah juga meluncurkan platform Rapor Pendidikan yang menyediakan data dan laporan evaluasi komprehensif dari Asesmen Nasional untuk satuan pendidikan.31 Platform ini bertujuan untuk membantu sekolah mengidentifikasi masalah, merefleksikannya, dan merencanakan perbaikan berbasis data, termasuk dalam aspek literasi.34

Inisiatif Organisasi Non Pemerintah

Berbagai organisasi non-pemerintah juga aktif dalam upaya meningkatkan literasi anak di Indonesia. Selain Literasi Anak Indonesia Foundation, banyak organisasi lain yang melakukan program-program seperti penyediaan buku, pelatihan guru, pendirian taman bacaan masyarakat, dan kampanye literasi. Inisiatif-inisiatif ini seringkali menjangkau komunitas-komunitas yang sulit diakses oleh program pemerintah dan menawarkan pendekatan yang inovatif dalam menumbuhkan minat baca dan meningkatkan kemampuan literasi.

Efektivitas, Jangkauan dan Tantangan Program

Evaluasi terhadap program-program literasi, seperti GLS, menunjukkan hasil yang beragam. Beberapa penelitian menemukan bahwa GLS berhasil meningkatkan minat baca siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih literat.28 Namun, implementasi GLS juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk kurangnya pemahaman dan komitmen guru, kesulitan dalam mengintegrasikan GLS dengan kurikulum yang ada, keterbatasan sumber daya (terutama buku-buku yang menarik dan relevan), serta rendahnya motivasi siswa untuk membaca.27

Guru seringkali menghadapi kendala dalam mengimplementasikan program literasi karena keterbatasan waktu, beban kerja yang tinggi, dan kurangnya pelatihan yang memadai tentang metode pengajaran membaca yang efektif.18 Selain itu, penting untuk mengatasi masalah motivasi siswa dan membuat kegiatan membaca menjadi lebih menyenangkan dan relevan bagi mereka.19 Tantangan lain termasuk minimnya jumlah buku yang tersedia di perpustakaan, rendahnya minat baca siswa, dan kurangnya keterlibatan orang tua dalam kegiatan literasi sekolah.51

Perspektif Komparatif: Indonesia dalam Konteks Global

Membandingkan Kemampuan Membaca

Perbandingan kemampuan membaca anak Indonesia dengan negara-negara lain memberikan gambaran yang jelas mengenai posisi Indonesia dalam konteks global dan regional. Berdasarkan hasil PISA 2022, skor rata-rata kemampuan membaca siswa Indonesia adalah 359.3 Skor ini jauh di bawah rata-rata OECD yang sebesar 476 dan juga di bawah rata-rata dari seluruh negara peserta PISA yang sebesar 404.3 Perbedaan skor yang signifikan ini menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar dalam kemampuan membaca siswa Indonesia dibandingkan dengan banyak negara lain di dunia.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat ke-6 dari 8 negara yang berpartisipasi dalam PISA 2022.58 Singapura menduduki posisi teratas dengan skor 542.55, diikuti oleh Vietnam dengan skor 461.88, Brunei dengan skor 429.23, Malaysia dengan skor 388.08, dan Thailand dengan skor 378.66.60 Indonesia berada di bawah negara-negara tersebut, namun masih di atas Filipina (346.54) dan Kamboja (328.84).60 Perbandingan ini menunjukkan bahwa Indonesia perlu berupaya lebih keras untuk meningkatkan kemampuan membaca anak-anaknya agar dapat bersaing dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara yang memiliki performa lebih baik.

Selain itu, berbagai survei global lainnya juga menyoroti rendahnya minat baca di Indonesia. Data UNESCO menunjukkan bahwa indeks minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah.2 Peringkat Indonesia dalam indeks minat baca global juga seringkali berada di posisi yang kurang menguntungkan.65 Hal ini mengindikasikan bahwa tantangan dalam meningkatkan kemampuan membaca di Indonesia tidak hanya terkait dengan keterampilan teknis membaca, tetapi juga dengan menumbuhkan budaya membaca yang kuat di kalangan anak-anak dan masyarakat secara luas.

Negara-negara Berprestasi Tinggi dan Srateginya

Negara-negara dengan tingkat literasi dan kemampuan membaca yang tinggi, seperti Finlandia dan Singapura, menerapkan berbagai strategi yang efektif dalam sistem pendidikan mereka. Finlandia dikenal dengan fokusnya pada pendidikan anak usia dini yang berkualitas tinggi, pendekatan pembelajaran yang berbasis bermain, dan dukungan yang kuat untuk guru.66 Singapura, yang secara konsisten menduduki peringkat teratas dalam PISA, memiliki kurikulum yang terstruktur dengan baik, investasi besar dalam pelatihan guru, dan budaya yang sangat menghargai pendidikan.67 Kedua negara ini juga memiliki tradisi membaca yang kuat dan perpustakaan yang didukung dengan baik. Strategi-strategi yang diterapkan oleh negara-negara berkinerja tinggi ini dapat menjadi contoh dan memberikan wawasan berharga bagi Indonesia dalam merumuskan kebijakan dan program untuk meningkatkan kemampuan membaca anak-anaknya.

Menavigasi Tantangan dan Memetakan Kemajuan

Tantangan Berkelanjutan

Meningkatkan kemampuan membaca anak Indonesia merupakan upaya yang berkelanjutan dan menghadapi berbagai tantangan yang kompleks.18 Tantangan-tantangan ini meliputi rendahnya minat baca di kalangan siswa, ketersediaan sumber daya yang tidak memadai (terutama buku dan perpustakaan yang berkualitas), kapasitas guru yang perlu ditingkatkan dalam pengajaran membaca, kesenjangan sosial ekonomi yang mempengaruhi akses terhadap pendidikan berkualitas, serta kompleksitas geografis Indonesia yang menyulitkan pemerataan program dan sumber daya. Pandemi COVID-19 juga memberikan dampak signifikan terhadap hilangnya pembelajaran (learning loss) dan perkembangan literasi anak-anak akibat gangguan dalam proses belajar mengajar dan akses ke sumber belajar.54

Kemampuan yang Menonjol dan Tren Positif

Meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar, terdapat juga beberapa kemajuan dan tren positif yang perlu dicatat. Data dari Asesmen Nasional menunjukkan adanya peningkatan dalam tingkat literasi anak Indonesia dari tahun 2021 hingga 2023.7 Hal ini mengindikasikan bahwa upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan berbagai pihak mulai membuahkan hasil dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa. Selain itu, inisiatif-inisiatif seperti GLS juga dilaporkan memberikan dampak positif dalam meningkatkan minat baca siswa di beberapa sekolah dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih literat.28 Penggunaan platform Rapor Pendidikan juga memberikan kesempatan bagi sekolah untuk mengidentifikasi masalah literasi dan merencanakan perbaikan berbasis data.34 Kemajuan-kemajuan ini memberikan harapan dan menjadi landasan untuk terus mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca anak Indonesia.

Pendekatan Berbasis Bukti untuk Pembelajaran Membaca

Metode Pedagogis yang Efektif

Berbagai metode pengajaran membaca telah dieksplorasi dan diterapkan di Indonesia. Metode “Eja” (alfabet) merupakan salah satu metode yang umum digunakan, terutama dalam tahap awal belajar membaca.88 Metode ini dimulai dengan pengenalan huruf, kemudian dirangkai menjadi suku kata, kata, dan akhirnya kalimat.88 Banyak guru yang menganggap metode ini efektif dalam membantu anak-anak cepat membaca dan menulis.88 Metode lain adalah SAS (Struktural Analitik Sintetik), yang dimulai dengan mengenalkan kalimat secara utuh, kemudian dianalisis menjadi kata, suku kata, dan huruf, lalu disintesiskan kembali.88 Metode ini menekankan pemahaman makna sejak awal.90 Metode Membaca Nyaring (Read Aloud) juga terbukti efektif dalam mengembangkan kosakata, pemahaman, dan menumbuhkan minat baca pada anak.91 Mendengarkan pembacaan yang lancar membantu anak-anak mengembangkan kesadaran fonologis, memperluas kosakata, dan memahami struktur cerita.91 Penelitian lain juga menunjukkan efektivitas penggunaan media kartu huruf dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa.93

Rekomendasi untuk Pendidik dan Pembuat Kebijakan

Untuk meningkatkan kemampuan membaca anak Indonesia, perlu adanya upaya yang terarah dan berbasis bukti dalam metode pengajaran. Pengembangan profesional bagi guru tentang metode pengajaran membaca yang efektif, termasuk strategi untuk meningkatkan pemahaman selain dekoding, sangat penting. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk mengidentifikasi metode yang paling efektif untuk berbagai kelompok usia dan konteks belajar di Indonesia. Penggunaan materi bacaan yang beragam dan menarik, yang sesuai dengan minat dan tingkat kemampuan siswa, juga perlu didorong.

Dampak Luas dari Kemampuan Membaca 

Dampak rendahnya Kemampuan Membaca terhadap Prestasi Pendidikan

Rendahnya kemampuan membaca memiliki konsekuensi yang luas terhadap pencapaian pendidikan anak-anak di Indonesia.76 Kemampuan membaca yang buruk menghambat siswa dalam mengakses dan memahami konten kurikulum di semua mata pelajaran.76 Siswa yang kesulitan membaca akan tertinggal dalam pelajaran matematika, sains, dan ilmu sosial yang sangat bergantung pada pemahaman teks.94 Rendahnya tingkat literasi juga terkait dengan angka putus sekolah yang lebih tinggi.95 Siswa yang terus-menerus berjuang dengan membaca dapat menjadi frustrasi dan kehilangan minat untuk belajar, yang pada akhirnya dapat menyebabkan mereka meninggalkan sekolah.95

Dampak Terhadap Prestasi Akademik di Berbagai Mata Pelajaran 

Kemampuan membaca pemahaman memiliki dampak khusus pada kinerja akademik dalam mata pelajaran lain, seperti matematika, terutama dalam menyelesaikan soal cerita.102 Siswa yang kesulitan memahami instruksi tertulis dan pernyataan masalah dalam soal cerita akan kesulitan untuk menerapkan konsep matematika dan menemukan solusi yang tepat.102 Secara umum, kemampuan membaca yang kuat berkorelasi positif dengan keberhasilan akademik di berbagai mata pelajaran, karena memungkinkan siswa untuk belajar secara efektif dari materi tertulis.104

Pengaruh pada Pengembangan Pribadi secara Keseluruhan

Rendahnya tingkat literasi dapat membatasi perkembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan untuk terlibat dengan informasi yang kompleks.94 Membaca membuka anak-anak pada berbagai perspektif, ide, dan informasi yang penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis dan kreatif.95 Selain itu, rendahnya kemampuan membaca dapat menghambat kemampuan beradaptasi dalam dunia yang terus berubah dan mengurangi daya saing di pasar kerja.2 Di era ekonomi berbasis pengetahuan, keterampilan literasi yang kuat sangat penting bagi individu untuk memperoleh keterampilan baru dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.2 Secara lebih luas, tingkat literasi yang rendah dapat memiliki implikasi sosial dan ekonomi yang negatif bagi suatu negara, mempengaruhi produktivitas, inovasi, dan kualitas hidup secara keseluruhan.94

Kesimpulan dan Rekomendasi Strategis

Kondisi kemampuan membaca anak Indonesia saat ini memerlukan perhatian dan tindakan yang segera. Data dari berbagai asesmen menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan dalam literasi dasar, kemampuan membaca pemahaman dan kinerja dibandingkan dengan negara lain masih menjadi tantangan signifikan. Faktor-faktor seperti latar belakang sosial ekonomi, kualitas pengajaran, dan akses ke sumber daya pendidikan memainkan peran penting dalam menentukan kemampuan membaca anak. Berbagai program dan inisiatif telah diimplementasikan, namun efektivitas dan jangkauannya perlu ditingkatkan.

Rekomendasi Starategis:

  • Untuk Pembuat Kebijakan:
  • Meningkatkan investasi dalam program dan intervensi literasi dini, terutama di daerah-daerah yang kurang terlayani.
  • Memperkuat pelatihan guru dan pengembangan profesional dalam metode pengajaran membaca berbasis bukti, dengan fokus pada strategi pemahaman.
  • Memastikan akses yang adil terhadap sumber daya pendidikan berkualitas, termasuk buku-buku yang menarik dan perpustakaan yang lengkap.
  • Mengembangkan dan mengimplementasikan strategi literasi nasional yang komprehensif dengan target yang jelas dan mekanisme pemantauan, menyelaraskan asesmen nasional dengan standar internasional seperti PISA.
  • Mendukung dan meningkatkan skala inisiatif literasi yang berhasil, dengan belajar dari evaluasi program seperti GLS.
  • Untuk Pendidik:
  • Mengadopsi dan mengimplementasikan metode pengajaran membaca yang efektif, yang berfokus pada strategi dekoding dan pemahaman.
  • Memanfaatkan instruksi yang terdiferensiasi untuk memenuhi beragam kebutuhan belajar siswa.
  • Menciptakan lingkungan kelas yang menarik dan kaya literasi.
  • Berkolaborasi dengan orang tua dan masyarakat untuk mempromosikan budaya membaca.
  • Untuk Keluarga dan Komunitas:
  • Mendorong kegiatan membaca di rumah dan menciptakan lingkungan yang mendukung literasi bagi anak-anak.
  • Berpartisipasi dalam program dan inisiatif literasi keluarga.
  • Mendukung upaya literasi sekolah dan mengadvokasi sumber daya yang lebih baik.
  • Untuk Peneliti:
  • Melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi literasi membaca dalam berbagai konteks di Indonesia.
  • Mengevaluasi efektivitas berbagai intervensi literasi dan metodologi pengajaran dalam konteks Indonesia.
  • Berkontribusi pada pengembangan alat asesmen literasi yang relevan secara budaya dan efektif.

Key Tables:

  1. Tabel: Tren Skor Membaca PISA Indonesia
Tahun Skor Membaca PISA Peringkat Membaca PISA
2000 391
2003 375
2006 393
2009 402
2012 396
2015 397 72
2018 371 74
2022 359 71
  1. Tabel: Perbandingan Skor Membaca PISA 2022 di Negara-Negara Asia Tenggara
Negara Skor Membaca PISA 2022 Peringkat Global
Singapura 542.553 1
Vietnam 461.888 2
Brunei 429.232 3
Malaysia 388.088 4
Thailand 378.663 5
Indonesia 358.57 6
Filipina 346.547 7
Kamboja 328.843 8
  1. Tabel: Tahapan dan Kegiatan Utama Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

 

Tahap Kegiatan Utama Snippet ID
Pembiasaan Membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, membaca nyaring, membaca dalam hati 26
Pengembangan Membuat reviu buku, diskusi buku, kegiatan menanggapi buku pengayaan 23
Pembelajaran Mengintegrasikan literasi dalam semua mata pelajaran, menggunakan beragam teks 23

Karya yang dikutip

  1. Kemampuan Membaca dan Matematika Anak Indonesia di Bawah Standar PISA – Krjogja, diakses Mei 2, 2025, https://www.krjogja.com/sekolah/1245942616/kemampuan-membaca-dan-matematika-anak-indonesia-di-bawah-standar-pisa
  2. Minim Baca, Anak-anak Indonesia Darurat Literasi! – CNBC Indonesia, diakses Mei 2, 2025, https://www.cnbcindonesia.com/research/20241214152735-128-595993/minim-baca-anak-anak-indonesia-darurat-literasi
  3. Indonesia PISA reading scores – data, chart | TheGlobalEconomy.com, diakses Mei 2, 2025, https://www.theglobaleconomy.com/Indonesia/pisa_reading_scores/
  4. PISA 2022 Results (Volume I and II) – Country Notes: Indonesia …, diakses Mei 2, 2025, https://www.oecd.org/en/publications/pisa-2022-results-volume-i-and-ii-country-notes_ed6fbcc5-en/indonesia_c2e1ae0e-en.html
  5. Kemampuan Membaca 75 Persen Anak Indonesia di Bawah Standar – jurnas.com, diakses Mei 2, 2025, https://www.jurnas.com/artikel/172750/Kemampuan-Membaca-75-Persen-Anak-Indonesia-di-Bawah-Standar/
  6. Kepala Perpusnas: Pemahaman Anak Indonesia Terhadap Bacaan Hanya 15%, diakses Mei 2, 2025, https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/xkE2moDK-kepala-perpusnas-pemahaman-anak-indonesia-terhadap-bacaan-hanya-15
  7. Tingkat Literasi dan Numerasi Anak-anak Indonesia Masih Tertinggal, Di mana Inti Persoalannya? | Radio Idola Semarang, diakses Mei 2, 2025, https://www.radioidola.com/2024/tingkat-literasi-dan-numerasi-anak-anak-indonesia-masih-tertinggal-di-mana-inti-persoalannya/
  8. Rapor Pendidikan Indonesia tahun 2023 – BPMP Kaltara, diakses Mei 2, 2025, https://bpmpkaltara.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2023/10/RAPOR-PENDIDIKAN-INDONESIA-2023.pdf
  9. Perkuat Literasi, Kemendikbudristek Bangun Kolaborasi Para Pemangku Kepentingan – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan » Republik Indonesia, diakses Mei 2, 2025, https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2023/12/perkuat-literasi-kemendikbudristek-bangun-kolaborasi-para-pemangku-kepentingan
  10. Kemampuan Membaca Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Rejang Lebong – STKIP-PGRI Lubuklinggau, diakses Mei 2, 2025, https://www.ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/index.php/SIBISA/article/download/2295/1040
  11. Literasi Baca Siswa Indonesia menurut Jenis Kelamin, Growth Mindset, dan Jenjang Pendidikan: Survei PISA, diakses Mei 2, 2025, https://jurnaldikbud.kemdikbud.go.id/index.php/jpnk/article/download/3873/633/
  12. kemampuan membaca pemahaman siswa kelas iv sd berdasarkan tes internasional dan tes lokal – Fakultas Sastra UM, diakses Mei 2, 2025, https://sastra.um.ac.id/wp-content/uploads/2012/01/7-Imam-Agus-ok.pdf
  13. Analisis Hubungan Kecepatan Membaca dengan Pemahaman Isi Bacaan pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar – JURNAL BASICEDU, diakses Mei 2, 2025, https://jbasic.org/index.php/basicedu/article/download/7341/3284/25778
  14. faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas – Ejurnal Undana, diakses Mei 2, 2025, https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jocee/article/download/11859/5409
  15. (PDF) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca Siswa (Studi Kasus Di SDN 105 Pekanbaru) – ResearchGate, diakses Mei 2, 2025, https://www.researchgate.net/publication/339511499_Faktor-Faktor_Yang_Mempengaruhi_Kemampuan_Membaca_Siswa_Studi_Kasus_Di_SDN_105_Pekanbaru
  16. Meningkatkan Literasi Indonesia Melalui Optimalisasi Peran Buku – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, diakses Mei 2, 2025, https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/resource/doc/files/risalah_nomor_4.pdf
  17. Perbaiki Pelajaran Membaca untuk Meningkatkan Kompetensi Literasi Siswa | Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa – Kemendikdasmen, diakses Mei 2, 2025, https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/artikel-detail/3784/perbaiki-pelajaran-membaca-untuk-meningkatkan-kompetensi-literasi-siswa
  18. 3 Tantangan Literasi Bagi Anak Indonesia, Salah Satunya Kurang Interaksi dengan Guru, diakses Mei 2, 2025, https://www.haibunda.com/parenting/20241114142928-61-352759/3-tantangan-literasi-bagi-anak-indonesia-salah-satunya-kurang-interaksi-dengan-guru
  19. 5 Tantangan Literasi buat Siswa Indonesia, Begini Studinya – detikcom, diakses Mei 2, 2025, https://www.detik.com/edu/sekolah/d-7074031/5-tantangan-literasi-buat-siswa-indonesia-begini-studinya
  20. RISALAH KEBIJAKAN Mengatasi Tantangan Sekolah-Sekolah dengan Tingkat Literasi Rendah – Standar Nasional Pendidikan, diakses Mei 2, 2025, https://pskp.kemdikbud.go.id/file/kebijakan/1725948562_file.pdf
  21. RENDAHNYA MINAT BACA ANAK SEKOLAH DASAR LOW INTEREST IN READING ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN PENDAHULUAN, diakses Mei 2, 2025, https://prospek.unram.ac.id/index.php/renjana/article/download/303/218/1412
  22. Variabel yang Memengaruhi Kemampuan Literasi Membaca Siswa Indonesia: Analisis Berdasarkan Pendekatan MARS – Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, diakses Mei 2, 2025, https://jurnaldikbud.kemdikbud.go.id/index.php/jpnk/article/download/4966/664/
  23. MENGUKUR CAPAIAN PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS): – Repositori Kemdikbud, diakses Mei 2, 2025, https://repositori.kemdikbud.go.id/24907/1/1629814489_Puslitjak_22_Mengukur_Capaian_Program_Gerakan_Literasi_Sekolah_Revisi_1.pdf
  24. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Baca Siswa Kelas II Di SDN 2 Kedungsarimulyo – STIS Nurul Qarnain, diakses Mei 2, 2025, https://ejurnalqarnain.stisnq.ac.id/index.php/ALFIHRIS/article/download/448/448
  25. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan pemahaman membaca siswa sekolah dasar – Database Journal IICET, diakses Mei 2, 2025, https://jurnal.iicet.org/index.php/j-edu/article/download/2942/1750
  26. Gerakan Literasi Sekolah: Membangun Keterampilan Membaca Siswa Sejak Dini*, diakses Mei 2, 2025, https://pgmi.umsida.ac.id/gerakan-literasi-sekolah-membangun-keterampilan-membaca-siswa-sejak-dini/
  27. EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DAN SWASTA DI WILAYAH PURWOKERTO K, diakses Mei 2, 2025, https://semnaslppm.ump.ac.id/index.php/semnaslppm/article/view/50/50
  28. Evaluasi Program Literasi Membaca Sekolah Dasar di SD Negeri 1 Kedungjati Menggunakan Model Goal Free Evaluation, diakses Mei 2, 2025, http://journal.rumahindonesia.org/index.php/njpi/article/view/317/149
  29. THE IMPLEMENTATION OF GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) AS A TECHNIQUE FOR TEACHING READING, diakses Mei 2, 2025, https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/essence/article/download/5570/1836/
  30. Literasi Anak Indonesia (Yayasan) – Program Organisasi Penggerak, diakses Mei 2, 2025, https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/organisasipenggerak/profilpenggerak/literasi-anak-indonesia-yayasan/
  31. Analysis of Rapor Pendidikan as a Reference for Data-Based Planning, diakses Mei 2, 2025, http://proceedings2.upi.edu/index.php/ICREAM/article/download/4228/3726
  32. Analysis of Rapor Pendidikan as a Reference for Data-Based Planning | Proceeding of International Conference on Research of Educational Administration and Management (ICREAM), diakses Mei 2, 2025, http://proceedings.upi.edu/index.php/ICREAM/article/view/4228
  33. Strategic Planning by School Principals Based on “RAPOR PENDIDIKAN” Data in Enhancing the Educational Quality of Primary Education in the Coastal Area of Berau – SARC Publisher, diakses Mei 2, 2025, https://sarcouncil.com/2025/03/strategic-planning-by-school-principals-based-on-rapor-pendidikan-data-in-enhancing-the-educational-quality-of-primary-education-in-the-coastal-area-of-berau/
  34. Rapor Pendidikan — GovTech Edu Indonesia, diakses Mei 2, 2025, https://www.govtechedu.id/rapor-pendidikan
  35. Rapor Pendidikan 2.0 – Afnizar Nur Ghifari, diakses Mei 2, 2025, https://afnizarnur.com/work/rapor-pendidikan/
  36. Rapor Pendidikan for Schools: Development for School Improvement According to Needs, diakses Mei 2, 2025, https://www.govtechedu.id/blog-product-updates/blog-post-rapor-pendidikan-satuan-pendidikan
  37. Education Report Card helping schools make data-driven improvements – ANTARA News, diakses Mei 2, 2025, https://en.antaranews.com/news/265811/education-report-card-helping-schools-make-data-driven-improvements
  38. RaporPendidikan_Product Case Study – GovTech Edu Indonesia, diakses Mei 2, 2025, https://alpaca-gazelle-yba4.squarespace.com/s/RaporPendidikan_ProductCaseStudy_Compressed.pdf
  39. Rapor Pendidikan — GovTech Edu Indonesia, diakses Mei 2, 2025, https://alpaca-gazelle-yba4.squarespace.com/rapor-pendidikan
  40. The Effectiveness Of The School Literacy Movement (GLS) Program In Increasing Students’ Interest In Reading In Subjects PAI Di SMA Negeri 2 Rujukan Lubuklinggau – ResearchGate, diakses Mei 2, 2025, https://www.researchgate.net/publication/388918745_The_Effectiveness_Of_The_School_Literacy_Movement_GLS_Program_In_Increasing_Students’_Interest_In_Reading_In_Subjects_PAI_Di_SMA_Negeri_2_Rujukan_Lubuklinggau
  41. SCHOOL LITERACY MOVEMENT PROGRAM IN STRENGTHENING ANTI-BULLYING CHARACTER OF MOVING SCHOOL STUDENTS – E-Journal UNUJA, diakses Mei 2, 2025, https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/icesh/article/download/8094/2928
  42. IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH (Studi Evaluasi tentang Gerakan Literasi Sekolah di SMPN 2 Tarogong – Jurnal UPI, diakses Mei 2, 2025, https://ejournal.upi.edu/index.php/edulibinfo/article/viewFile/14668/8393
  43. Implementasi Kebijakan Gerakan Literasi di Sekolah – Journal on Education, diakses Mei 2, 2025, https://jonedu.org/index.php/joe/article/download/6849/5605/
  44. GERAKAN LITERASI SEKOLAH: PELAKSANAAN, HAMBATAN, DAN SOLUSI (STUDI KASUS DI SD GHUFRON FAQIH SURABAYA) – Repository – UNUSA, diakses Mei 2, 2025, http://repository.unusa.ac.id/9008/1/GERAKAN%20LITERASI%20SEKOLAH%20PELAKSANAAN%2C%20HAMBATAN%2C%20DAN%20SOLUSI%20%28STUDI%20KASUS%20DI%20SD%20GHUFRON%20FAQIH%20SURABAYA%29.pdf
  45. Efisiensi Gerakan Literasi Sekolah dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa di SD Bali Public School Denpasar, diakses Mei 2, 2025, https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/ACB/article/view/37032/17665
  46. ANALISIS GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMP N 3 SEMARANG – e-Journal Undip, diakses Mei 2, 2025, https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jip/article/viewFile/23087/21115
  47. (PDF) Implementasi Gerakan Literasi di Sekolah (Studi Kasus di SDN Karah 1 Surabaya), diakses Mei 2, 2025, https://www.researchgate.net/publication/367949029_Implementasi_Gerakan_Literasi_di_Sekolah_Studi_Kasus_di_SDN_Karah_1_Surabaya
  48. (PDF) Teachers’ Experiences in Implementing the School Literacy Movement (GLS): An Investigation of Junior High School Literacy Programs in Indonesia – ResearchGate, diakses Mei 2, 2025, https://www.researchgate.net/publication/386085325_Teachers’_Experiences_in_Implementing_the_School_Literacy_Movement_GLS_An_Investigation_of_Junior_High_School_Literacy_Programs_in_Indonesia
  49. PROBLEMATICS AND IMPLEMENTATION OF THE LITERACY MOVEMENT – journal regy, diakses Mei 2, 2025, https://journalregy.com/index.php/uvw/article/download/90/39
  50. Challenges and Opportunities in the Implementation of School Literacy Movement at Senior High Schools in Bangka Belitung, diakses Mei 2, 2025, https://jer.or.id/index.php/jer/article/download/1748/973
  51. JURNAL BASICEDU Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Gerakan Literasi Sekolah, diakses Mei 2, 2025, https://jbasic.org/index.php/basicedu/article/download/3959/pdf/14648
  52. analisis hambatan guru dalam pelaksanaan gerakan literasi sekolah (gls) di sdn 32 cakranegara, diakses Mei 2, 2025, https://prospek.unram.ac.id/index.php/renjana/article/download/161/118/882
  53. LITERASI SEBAGAI PONDASI MASA DEPAN: ANALISIS TANTANGAN DAN SOLUSI DI SDN KOLOR II, diakses Mei 2, 2025, https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/download/3619/3257/14602
  54. Problematika Implementasi Gerakan Literasi Sekolah pada Masa Pandemi Covid-19, diakses Mei 2, 2025, https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/klitika/article/download/1596/pdf/7161
  55. Challenges in Implementing Extensive Reading (ER) Programs: Voices from English Teachers at Indonesian Secondary Schools – ERIC, diakses Mei 2, 2025, https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1329718.pdf
  56. Gerakan Literasi Unik dan Memikat? | kumparan.com, diakses Mei 2, 2025, https://kumparan.com/asep-totoh/gerakan-literasi-unik-dan-memikat-1wxZ0CumtaF
  57. Programme for International Student Assessment – Wikipedia, diakses Mei 2, 2025, https://en.wikipedia.org/wiki/Programme_for_International_Student_Assessment
  58. PISA 2022: Kemampuan Membaca Pelajar Indonesia Tergolong Rendah di ASEAN, diakses Mei 2, 2025, https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/871e4e286982d42/pisa-2022-kemampuan-membaca-pelajar-indonesia-tergolong-rendah-di-asean
  59. Daftar Negara dengan Kemampuan Membaca Terbaik di Asean pada 2022, diakses Mei 2, 2025, https://dataindonesia.id/pendidikan/detail/daftar-negara-dengan-kemampuan-membaca-terbaik-di-asean-pada-2022
  60. PISA reading scores in South East Asia | TheGlobalEconomy.com, diakses Mei 2, 2025, https://www.theglobaleconomy.com/rankings/pisa_reading_scores/South-East-Asia/
  61. UNESCO Sebut Minat Baca Orang Indonesia Masih Rendah – RRI, diakses Mei 2, 2025, https://www.rri.co.id/daerah/649261/unesco-sebut-minat-baca-orang-indonesia-masih-rendah
  62. Menurunnya Tingkat Literasi di Kalangan Generasi Z Indonesia – Kompasiana.com, diakses Mei 2, 2025, https://www.kompasiana.com/kharismaputri0593/6629a292c57afb38bf2f1c92/menurunnya-tingkat-literasi-di-kalangan-generasi-z-indonesia
  63. RENDAHNYA MINAT LITERASI DI INDONESIA – Kalla Institute, diakses Mei 2, 2025, https://kallainstitute.ac.id/rendahnya-minat-literasi-di-indonesia/
  64. minat baca di indonesia: systematic literature review – Jurnal UPI, diakses Mei 2, 2025, https://vm36.upi.edu/index.php/penailmiah/article/download/65274/pdf
  65. Minat Baca di Indonesia: Peringkat Terbaru dan Tantangannya – Maknawi, diakses Mei 2, 2025, https://maknawi.id/minat-baca-di-indonesia-peringkat-terbaru-dan-tantangannya/
  66. Budaya Membaca di Indonesia dan Negara Maju – Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa, diakses Mei 2, 2025, https://www.ybkb.or.id/budaya-membaca-di-indonesia-dan-negara-maju/
  67. Singapore Students Top PISA 2022 Ranking – Qery, diakses Mei 2, 2025, https://qery.no/singapore-students-top-pisa-2022-ranking/
  68. PISA 2022 Results (Volume I and II) – Country Notes: Singapore | OECD, diakses Mei 2, 2025, https://www.oecd.org/en/publications/pisa-2022-results-volume-i-and-ii-country-notes_ed6fbcc5-en/singapore_2f72624e-en.html
  69. Mengatasi Tantangan Kemampuan Membaca yang Lemah – LOTTE Choco Pie Indonesia, diakses Mei 2, 2025, https://lottechocopieindonesia.com/news/mengatasi-tantangan-kemampuan-membaca-yang-lemah
  70. IMPLEMENTATION OF SCHOOL LITERACY MOVEMENT IN ISLAMIC PRIMARY SCHOOL AL ISTIQOMAH – Semantic Scholar, diakses Mei 2, 2025, https://pdfs.semanticscholar.org/6efb/6e215359526b219af28968338de0e7126eb9.pdf
  71. The Role of the School Librarian toward the Implementation of the School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah) – DigitalCommons@UNL, diakses Mei 2, 2025, https://digitalcommons.unl.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=8876&context=libphilprac
  72. Problematics and implementation of the literacy movement – journal regy, diakses Mei 2, 2025, https://journalregy.com/index.php/uvw/article/view/90
  73. (PDF) LITERASI SEKOLAH: TANTANGAN DAN STRATEGI PELAKSANAAN – ResearchGate, diakses Mei 2, 2025, https://www.researchgate.net/publication/350692641_LITERASI_SEKOLAH_TANTANGAN_DAN_STRATEGI_PELAKSANAAN
  74. Gerakan Literasi Sekolah: Tantangan Literasi Di Era Digital Dan Cara Mengatasinya – Semantic Scholar, diakses Mei 2, 2025, https://pdfs.semanticscholar.org/19cf/4c9c6c84de00047d01d7e63dcdbe0c650cbc.pdf
  75. ANALISIS PROGRAM IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) DENGAN PENDEKATAN GOAL-BASED EVALUATION, diakses Mei 2, 2025, https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/download/134/86/234
  76. ANALISIS RENDAHNYA MINAT BACA DAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH, diakses Mei 2, 2025, https://sihojurnal.com/index.php/identik/article/download/50/45/516
  77. Analisis Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Melalui Pojok Baca dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca | Priza Marta Febriana | Terampil: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, diakses Mei 2, 2025, https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/terampil/article/view/13725
  78. ANALISIS IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) DALAM PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 5 | Delia Wulandari | JGK (Jurnal Guru Kita) – Universitas Negeri Medan, diakses Mei 2, 2025, https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jgkp/article/view/51720
  79. Indonesia’s Ranking in PISA 2022 has Increased by 5 to 6 Positions Compared to 2018, diakses Mei 2, 2025, https://www.polibatam.ac.id/en/indonesias-ranking-in-pisa-2022-has-increased-by-5-to-6-positions-compared-to-2018/
  80. Indonesia’s PISA 2022 Score Drops, Rankings Rise – Kompas.id, diakses Mei 2, 2025, https://www.kompas.id/baca/english/2023/12/05/en-skor-pisa-2022-indonesia-turun-peringakt-naik
  81. PIRLS 2021 | IEA.nl, diakses Mei 2, 2025, https://www.iea.nl/studies/iea/pirls/2021
  82. Evaluasi Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar dengan menggunakan Model Evaluasi CIPPO, diakses Mei 2, 2025, https://ejournal.uksw.edu/kelola/article/download/9852/2798/48650
  83. PIRLS 2021 International Results in Reading – About PIRLS 2021 …, diakses Mei 2, 2025, https://pirls2021.org/results/
  84. PIRLS 2021 International Report and Results Now Online – IEA.nl, diakses Mei 2, 2025, https://www.iea.nl/news-events/news/pirls-2021-international-report-and-results-now-online
  85. A Few Takeaways from Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) on the Reading Ability of Students Across Europe and Central Asia after COVID-19 (English) – World Bank Documents and Reports, diakses Mei 2, 2025, https://documents.worldbank.org/en/publication/documents-reports/documentdetail/099543105262335028
  86. PIRLS 2011 International Results in Reading, diakses Mei 2, 2025, https://timssandpirls.bc.edu/pirls2011/downloads/p11_ir_fullbook.pdf
  87. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Banyak dari masyarakat kurang mementingkan kemampuan membaca, terutama pada peserta didik y, diakses Mei 2, 2025, https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/5131/2/BAB%20I.pdf
  88. KEEFEKTIFAN METODE PENGAJARAN MEMBACA DAN MENULIS (MMP) (STUDI DESKRIPTIF TERHADAP PENGALAMAN GURU-GURU KELAS SATU SEKOLAH DASAR – Neliti, diakses Mei 2, 2025, https://media.neliti.com/media/publications/77761-ID-keefektifan-metode-pengajaran-membaca-da.pdf
  89. 2963-3966 PENERAPAN METODE EJA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS – JURNAL IAITASIK, diakses Mei 2, 2025, https://journal.iaitasik.ac.id/index.php/Asatidzuna/article/download/217/144
  90. Strategi Efektik Pengajaran Membaca pada Peserta Didik Sekolah Dasar, diakses Mei 2, 2025, https://jurnal.umj.ac.id/index.php/SEMNASFIP/article/viewFile/23721/10987
  91. Read Aloud, Metode Membacakan Buku untuk Anak-anak – Kemendikbud, diakses Mei 2, 2025, https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2015/04/read-aloud-metode-membacakan-buku-untuk-anak-anak-4128-4128-4128
  92. Peningkatan Kemahiran Berbicara Anak Melalui Kebiasaan Membaca Nyaring (Read Aloud) Di Taman Bacaan Masyarakat | Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, diakses Mei 2, 2025, https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/artikel-detail/3713/peningkatan-kemahiran-berbicara-anak-melalui-kebiasaan-membaca-nyaring-read-aloud-di-taman-bacaan-masyarakat
  93. PENINGKATAN KEMAMPUAN BACA PADA SISWA KELAS 2 SD NEGERI 6 KLABLIM KOTA SORONG MELALUI MEDIA KARTU HURUF Yulita Kambu PGSD STKIP, diakses Mei 2, 2025, https://e-journal.unimudasorong.ac.id/index.php/jurnalpendidikandasar/article/download/1753/838
  94. Minimnya Budaya Literasi pada Siswa di Era Digital, Ini 5 Dampak Negatifnya Menurut Riset, diakses Mei 2, 2025, https://umsida.ac.id/5-dampak-negatif-darurat-budaya-literasi/
  95. Dampak Literasi Rendah Terhadap Kualitas Pendidikan di Indonesia | kumparan.com, diakses Mei 2, 2025, https://m.kumparan.com/ana-alfia-asma-u/dampak-literasi-rendah-terhadap-kualitas-pendidikan-di-indonesia-242s45eyTE4
  96. Faktor Penyebab Kesulitan Membaca dan Dampaknya Terhadap Proses Pembelajaran Siswa Kelas II Sekolah Dasar | Didaktika: Jurnal Kependidikan, diakses Mei 2, 2025, https://jurnaldidaktika.org/contents/article/view/1553
  97. Faktor Penyebab Kesulitan Membaca dan Dampak terhadap Perkembangan Prestasi Siswa Kelas IV-VI SDN 104255 Pantai – E-Journal UPR, diakses Mei 2, 2025, https://e-journal.upr.ac.id/index.php/enggang/article/download/19672/7042/45355
  98. Pengaruh Kurangnya Literasi serta Kemampuan dalam Berpikir Kritis yang Masih Rendah dalam Pendidikan di Indonesia, diakses Mei 2, 2025, https://ejournal.upi.edu/index.php/crecs/article/download/32685/pdf
  99. ANALISIS DAMPAK KEMAMPUAN MEMBACA YANG RENDAH PADA SISWA: STUDI KASUS DI SMPN 3 TANJUNG PALAS UTARA SKRIPSI OLEH, diakses Mei 2, 2025, https://repository.ubt.ac.id/repository/UBT30-07-2024-052633.pdf
  100. Miris! Rendahnya Kemampuan Literasi Anak-Anak Indonesia – Kompasiana.com, diakses Mei 2, 2025, https://www.kompasiana.com/frans36286/67abf84434777c5f4a77d7c2/miris-rendahnya-kemampuan-literasi-anak-anak-indonesia
  101. Penyebab dan Dampak buruk Rendahnya Kemampuan Baca Tulis Anak bangsa di Pelosok, diakses Mei 2, 2025, http://www.smpn2soe.sch.id/read/6/penyebab-dan-dampak-buruk-rendahnya-kemampuan-baca-tulis-anak-bangsa-di-pelosok
  102. Pemahaman Membaca Siswa SD Indonesia Masih Lemah – Universitas Gadjah Mada, diakses Mei 2, 2025, https://ugm.ac.id/id/berita/8593-pemahaman-membaca-siswa-sd-indonesia-masih-lemah/
  103. Pengaruh Kemampuan Membaca Pemahaman Terhadap Prestasi Belajar Matematika Pada Pokok Bahasan Soal Cerita Kelas IV, diakses Mei 2, 2025, http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=613664&val=10593&title=%20Pengaruh%20Kemampuan%20Membaca%20Pemahaman%20Terhadap%20Prestasi%20Belajar%20Matematika%20Pada%20Pokok%20Bahasan%20%20Soal%20Cerita%20Kelas%20IV
  104. Pengaruh Keterampilan Membaca Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar di Kota Tangerang, diakses Mei 2, 2025, https://www.ejournal.unma.ac.id/index.php/educatio/article/download/1370/892
  105. Pengaruh Keterampilan Membaca Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar di Kota Tangerang | Jurnal Educatio FKIP UNMA, diakses Mei 2, 2025, https://ejournal.unma.ac.id/index.php/educatio/article/view/1370
  106. pengaruh kemampuan literasi membaca terhadap prestasi belajar siswa sekolah dasar, diakses Mei 2, 2025, https://www.researchgate.net/publication/356777845_PENGARUH_KEMAMPUAN_LITERASI_MEMBACA_TERHADAP_PRESTASI_BELAJAR_SISWA_SEKOLAH_DASAR
  107. PENGARUH KEMAMPUAN LITERASI MEMBACA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR | Amri | EduHumaniora – Jurnal UPI, diakses Mei 2, 2025, https://ejournal.upi.edu/index.php/eduhumaniora/article/view/25916
  108. Pengaruh Literasi Baca Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas IV, diakses Mei 2, 2025, https://ejurnal.staiddimaros.ac.id/index.php/saraweta/article/download/206-214/94/710
  109. IMPLEMENTASI KEBIASAAN MEMBACA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR – Rumah Jurnal Unsultra, diakses Mei 2, 2025, https://ejournal.unsultra.id/index.php/JSES/article/download/112/84
  110. pengaruh minat membaca terhadap prestasi belajar bahasa indonesia pada siswa kelas v dan vi di, diakses Mei 2, 2025, https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/lunggi/article/download/2793/2141/
  111. PENGARUH KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SD NEGERI POLAGAN 4 SAMPANG, diakses Mei 2, 2025, https://publikasi.stkippgri-bkl.ac.id/index.php/KGU/article/view/311
  112. Pengaruh Kemampuan Membaca dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia | Pedagogik: Jurnal Pendidikan, diakses Mei 2, 2025, https://journal.umpr.ac.id/index.php/pedagogik/article/view/6963

Generate by Gemini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top